Bukan hanya keterampilan berbahasa Inggris saja namun kepercayaan diri Rafly terbentuk dengan baik sehingga dapat berbicara di depan umum (public speaking) dengan lancar.
“Ana jadi berani ngomong di depan, walaupun awalnya ana gugup,” akunya usai mengikuti Leadership and Management Training Keempat (LMT 4): Odyssey Journey Pare yang berlangsung selama 10 hari dari 21 Januari-2 Februari 2024 di Kampung Inggris, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
Rafly merupakan salah satu dari 12 siswa kelas 9 SMPIT Insantama Cilegon yang selama 13 hari meninggalkan Kota Cilegon, Banten, demi mengintensifkan belajar dan praktik bahasa Inggris siang malam di Kampung Inggris.
Selain itu, buah manis LMT 4 lainnya adalah terbentuknya kemandirian dan kedisiplinan siswa. Salah satu siswa mengakui, seusai mengikuti program ini. dirinya menjadi terbiasa bangun pukul 3 dini hari untuk shalat Tahajjud tanpa dibangunkan orang tuanya.
Setiap harinya di Pare, mereka memang memulai hari pukul 3 dini hari untuk shalat Tahajjud, tadarus, kemudian shalat Shubuh berjamaah. Kemudian bersepeda pagi untuk mempelajari kosakata (vocabulary) bahasa Inggris di luar kelas.
Usai sarapan dan bebersih diri, delegasi kembali melanjutkan pembelajaran yakni penterjemahan (translation) dan membaca (reading) bahasa Inggris hingga menjelang zhuhur. Bada zhuhur, delegasi beristirahat hingga ashar dan lanjut mempelajari tata bahasa (grammar) hingga maghrib.
Usai makan malam dan shalat Isya, pembelajaran terakhir yakni berbicara (speaking). Puncaknya di hari terakhir selama di Kampung Inggris, satu per satu termasuk Rafly berpidato di hadapan orang-orang yang berlalu- lalang. [] Farhatun